INFOTUNTAS.COM — Bencana yang melanda kawasan Himalaya ini juga mengakibatkan ratusan jenazah diduga terseret arus hingga ke wilayah India. Nepal telah memulai proses pemakaman sebagian korban, dengan mengambil sampel DNA terlebih dahulu agar keluarga dapat memastikan identitas dan menjalankan prosesi sesuai tradisi.
Operasi Penyelamatan di Terowongan PLTA Trishuli 3A
Di Nepal, fokus penyelamatan tertuju pada proyek PLTA Trishuli 3A di Distrik Nuwakot. Sekitar 933 pekerja pembangkit listrik dilaporkan hilang, dan sejumlah insinyur militer menggali timbunan material untuk menjangkau mereka yang diduga terjebak di dalam terowongan.
Upaya mulai membuahkan hasil setelah tim memasukkan pipa untuk mengalirkan udara ke dalam terowongan. “Mereka mulai mengalirkan udara melalui celah kecil tersebut,” kata Menteri Dalam Negeri Nepal Sudan Gurung dalam pernyataan resmi.
Namun, hujan yang turun sepanjang malam dan kenaikan permukaan air sungai sempat menghambat evakuasi pada Minggu. Area penggalian bahkan sempat terendam air sebelum kondisi kembali membaik, menurut Angkatan Darat Nepal.
Ancaman Baru di Sisi China: Danau yang Terbentuk dari Longsor
Di sisi China, tim penyelamat di dekat Pelabuhan Gyirong, Tibet, dipindahkan ke lokasi aman setelah longsor membentuk danau baru yang berpotensi memicu banjir susulan. Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa gletser di lereng selatan Puncak Lirung mengalami keretakan, memicu longsoran es dan batu yang bergerak cepat sejauh lebih dari 20 kilometer sebelum menghantam pelabuhan perbatasan.
“Kejadian runtuhnya gletser secara tiba-tiba dan banjir bandang ini menjadi pengingat yang menghancurkan tentang betapa rapuhnya lingkungan pegunungan,” ujar Kepala Iklim PBB Simon Stiell.
Warga dan WNA Masih Hilang, Daftar Selamat Jadi Harapan Terakhir
Di Nepal, kerabat korban memadati daftar nama orang yang berhasil diselamatkan, ditempel di dinding pangkalan militer di Bidur, ibu kota distrik Nuwakot. “Semua permukiman di dekat sungai tersapu. Tidak ada yang tersisa,” kata warga Buddhi Ram Dangol kepada AFP.
Otoritas penanggulangan bencana mencatat 592 warga negara asing masih hilang, termasuk pendaki dan peziarah Hindu yang hendak mengunjungi Gunung Kailash di Tibet. Isha Foundation, organisasi yang dipimpin guru spiritual Sadhguru, mengunggah di Instagram bahwa 80 anggotanya sedang dalam perjalanan di kawasan itu. “Pada saat ini, tampaknya belum ada indikasi yang menggembirakan mengenai adanya korban selamat di area kantor imigrasi,” tulis organisasi tersebut.
Bantuan Internasional Mulai Mengalir, Nepal Butuh Drone Angkut Berat
Skala bencana memaksa Nepal mencari dukungan global. Amerika Serikat dan Kanada masing-masing menjanjikan US$3,6 juta, sementara Inggris menyiapkan US$6,8 juta. PBB menggelontorkan US$2,5 juta dalam bentuk pendanaan darurat, ditambah bantuan dari Uni Eropa dan Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah.
Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal memperkirakan biaya pembangunan kembali mencapai miliaran dolar AS. Ia secara khusus meminta bantuan berupa drone berkemampuan mengangkat beban berat serta teknologi yang dapat digunakan untuk mempercepat pencarian dan pemulihan di medan yang sulit dijangkau.