Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Fokus pada Tugas, Tak Ikut Perebutan Kursi Ketua PBNU

Menag Nasaruddin Umar Tegaskan Fokus pada Tugas, Tak Ikut Perebutan Kursi Ketua PBNU
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan fokus menjalankan tugasnya dan tidak mengikuti perebutan kursi Ketua Umum PBNU.

INFOTUNTAS.COM — Keputusan itu disampaikan resmi melalui Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, Jumat (28/8/2026). “Prof Nasaruddin Umar akan fokus menjalankan tugasnya sebagai Menteri Agama,” ujar Kamaruddin dalam keterangan resminya.

Nama Nasaruddin belakangan memang santer disebut dan mendapat dukungan untuk bertarung memperebutkan kursi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Namun, pria yang akrab disapa Prof NU itu menegaskan komitmennya melanjutkan amanah dari Presiden Prabowo Subianto.

Dukungan Muktamirin dan Jawaban Tegas Menag

Kamaruddin menjelaskan, dukungan yang mengalir kepada Nasaruddin merupakan bentuk apresiasi dari warga NU atas kinerjanya selama ini. Meski demikian, keputusan untuk tetap di pemerintahan telah bulat dan tidak bisa diganggu gugat.

“Menag menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan muktamirin,” kata Kamaruddin menirukan pernyataan Nasaruddin.

Kamaruddin menambahkan, Nasaruddin berkomitmen penuh melanjutkan tugas pembinaan umat beragama yang diamanatkan Presiden Prabowo. Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas kehidupan dan kerukunan umat, serta pendidikan agama dan keagamaan di seluruh Indonesia.

Fokus Kerja di Kementerian Agama

Penegasan ini sekaligus mengakhiri spekulasi politik yang berkembang menjelang perhelatan akbar NU di Jawa Timur tersebut. Dengan tidak majunya Nasaruddin, peta persaingan menuju kursi ketua umum PBNU dipastikan berubah.

Kamaruddin memastikan tidak ada ruang bagi Nasaruddin untuk berpikir ganda. Seluruh energi dan waktunya kini tercurah untuk menyelesaikan program prioritas Kementerian Agama, termasuk penguatan moderasi beragama dan peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam.

“Jadi Menag akan fokus membina umat beragama,” tegasnya.

Keputusan Nasaruddin ini dinilai sejalan dengan etika birokrasi dan arahan Presiden Prabowo yang menginginkan para menterinya bekerja penuh tanpa terbagi konsentrasi. Langkah ini juga dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap amanah negara yang telah diberikan.

Muktamar ke-35 NU di Jombang rencananya akan digelar dalam waktu dekat. Meski tanpa nama Nasaruddin, hajatan akbar organisasi Islam terbesar di Indonesia itu dipastikan tetap berlangsung meriah dengan munculnya kandidat-kandidat lain yang telah menyatakan kesiapan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index