Harga Minyak Dunia

Harga Minyak Dunia Tertekan Akibat Pelemahan Permintaan Global

Harga Minyak Dunia Tertekan Akibat Pelemahan Permintaan Global
Harga Minyak Dunia Kamis 12 Februari 2026 Tertekan Akibat Pelemahan Permintaan Global

JAKARTA - Perdagangan minyak mentah Kamis, 12 Februari 2026 menunjukkan penurunan harga yang signifikan. Pelemahan permintaan global menjadi faktor utama menekan harga kedua jenis minyak utama di pasar internasional.

Penurunan Harga Minyak WTI dan Brent

Minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Maret 2026 merosot US$1,79 atau 2,77 persen menjadi US$62,84 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara itu, minyak Brent untuk pengiriman April 2026 turun US$1,88 atau 2,71 persen menjadi US$67,52 per barel di London ICE Futures Exchange.

Penurunan ini menandai koreksi harga setelah beberapa pekan sebelumnya sempat menguat. Investor global mulai menyesuaikan ekspektasi terkait pemulihan permintaan energi di tengah data ekonomi yang melambat.

Laporan IEA dan Dampaknya Terhadap Pasar

International Energy Agency (IEA) merilis laporan yang memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak mentah global lebih lambat dari prediksi awal. Surplus pasokan tetap terjadi meski sejumlah negara telah memangkas produksi pada Januari 2026.

Prediksi pertumbuhan permintaan yang melambat memicu sentimen hati-hati di kalangan pedagang minyak. Hal ini menekan optimisme pasar terhadap kenaikan harga jangka pendek.

Cadangan Minyak AS Meningkat Signifikan

Laporan Energy Information Administration (EIA) menunjukkan cadangan minyak Amerika Serikat naik 8,5 juta barel menjadi 428,8 juta barel. Angka ini jauh melampaui perkiraan analis yang memperkirakan kenaikan hanya 793.000 barel.

Peningkatan cadangan tersebut menimbulkan kekhawatiran kelebihan pasokan di pasar domestik dan global. Investor mulai menilai bahwa stok yang tinggi dapat menahan harga minyak dari kenaikan lebih lanjut.

Penurunan Utilisasi Kilang di AS

Selain cadangan meningkat, utilisasi kilang Amerika Serikat juga turun 1,1 persen menjadi 89,4 persen. Penurunan ini menandakan kapasitas pengolahan minyak yang belum dimanfaatkan sepenuhnya, menambah tekanan pada pasar.

Turunnya utilisasi kilang dapat mengurangi permintaan bahan baku minyak mentah, sehingga menekan harga di pasar spot. Tren ini menjadi perhatian bagi produsen yang bergantung pada kapasitas pengolahan optimal.

Implikasi Bagi Pasar Energi Global

Penurunan harga minyak Kamis, 12 Februari 2026 mencerminkan ketidakpastian pasar energi global. Kombinasi pasokan surplus, cadangan yang tinggi, dan perlambatan permintaan membuat sentimen bullish minyak berkurang.

Para analis menilai pasar minyak masih akan bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Investor dan perusahaan energi perlu menyiapkan strategi untuk menghadapi volatilitas harga dan perubahan permintaan yang cepat.

Pasar minyak kini semakin sensitif terhadap laporan stok, data produksi, dan kondisi ekonomi global. Penurunan ini menjadi pengingat bahwa harga minyak tidak hanya dipengaruhi geopolitik, tetapi juga faktor fundamental ekonomi dan pasokan.

Koreksi harga ini juga berdampak pada harga energi lain, termasuk batu bara dan gas, yang sering bergerak mengikuti tren minyak. Produsen energi harus mempertimbangkan penyesuaian produksi agar tetap kompetitif di pasar global.

Secara keseluruhan, Kamis 12 Februari 2026 menjadi hari yang menandai tekanan di pasar minyak mentah global. Investor dan analis terus mengamati data ekonomi dan pasokan untuk memprediksi arah pergerakan harga ke depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index