JAKARTA - Bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah akan segera tiba dalam beberapa hari ke depan. Menjelang bulan puasa, umat muslim mulai meningkatkan ibadah dan menyiapkan niat puasa dengan penuh kesungguhan.
Salah satu hal penting yang tak boleh dilewatkan adalah mengetahui bacaan niat puasa Ramadhan. Selain niat harian, terdapat juga bacaan niat untuk sebulan penuh puasa yang dianjurkan.
Bacaan Niat Puasa Satu Bulan Penuh Menurut Mazhab Maliki
Manusia terkadang lupa atau tertidur sehingga tidak sempat melafalkan niat puasa di malam hari. Untuk mengantisipasi hal ini, seseorang bisa melafalkan niat puasa untuk sebulan penuh sekaligus.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengacu pada Mazhab Maliki yang memperbolehkan niat sebulan penuh pada malam pertama Ramadhan. "Sehingga tidak perlu memperbarui niat di setiap harinya, dengan alasan puasa Ramadhan itu merupakan satu kesatuan ibadah. (Yusuf Al-Qaradlawi, Fiqh al-Shiyam, hal. 84)," tulis MUI.
Pendapat Imam Malik ini diterapkan agar umat muslim tetap sah puasanya meski lupa berniat di malam hari berikutnya. Hal ini membantu menjaga konsistensi ibadah sepanjang bulan Ramadhan.
Bacaan Niat Puasa Satu Bulan Penuh
Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.” (Shafira Amalia, ed: Nashih)
Bacaan ini dilafalkan pada malam pertama Ramadhan. Dengan niat sebulan penuh, seorang muslim tidak perlu khawatir lupa berniat setiap hari.
Bacaan Niat Puasa Harian Menurut Mazhab Syafi’i
Meskipun niat sebulan penuh diperbolehkan, MUI tetap menganjurkan berniat setiap malam bagi yang mengikuti Mazhab Syafi’i. Niat harian dapat dilafalkan setelah shalat tarawih atau saat sahur.
Bacaan niat harian adalah: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Perhitungan Awal Puasa Ramadhan 2026
Mengacu pada kalender Hijriah 2026 yang diedarkan oleh Kementerian Agama, awal puasa Ramadhan diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Dari hari Kamis, 12 Februari 2026, berarti tinggal 7 hari menuju bulan puasa.
Namun, tanggal ini belum final karena pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat pada 17 Februari 2026. Sementara itu, Muhammadiyah sudah menetapkan awal puasa menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.
Menurut perhitungan Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 Hijriah akan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Artinya, umat muslim hanya memiliki waktu 6 hari lagi untuk mempersiapkan ibadah puasa Ramadhan 2026.
Tips Menghafal Niat Puasa
Niat sahur dan niat puasa menjadi fondasi sahnya ibadah Ramadhan. Menghafal bacaan niat baik harian maupun sebulan penuh membantu umat muslim menjaga konsistensi ibadah.
Bagi yang mengikuti Mazhab Maliki, niat sebulan penuh memudahkan praktik ibadah tanpa khawatir lupa. Sementara bagi yang mengikuti Mazhab Syafi’i, disarankan tetap berniat setiap malam agar ibadah lebih khusyuk dan sesuai syariat.
Dengan memahami bacaan niat puasa dan waktu pelaksanaannya, setiap muslim dapat menunaikan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan. Persiapan sejak dini akan membuat Ramadhan 2026 lebih bermakna dan diterima Allah SWT.