Social Commerce

Brand Lokal Makin Sukses dengan Social Commerce, Konten Jadi Mesin Penjualan Utama

Brand Lokal Makin Sukses dengan Social Commerce, Konten Jadi Mesin Penjualan Utama
Brand Lokal Makin Sukses dengan Social Commerce, Konten Jadi Mesin Penjualan Utama

JAKARTA - Brand lokal kini menghadapi pergeseran besar dalam strategi pemasaran. Aktivitas belanja konsumen tidak lagi didorong semata oleh kebutuhan, melainkan oleh paparan konten yang relevan dengan minat dan gaya hidup mereka.

Video pendek, live streaming, dan konten berbasis pengalaman menjadi pintu masuk utama transaksi. Pola ini menandai munculnya social commerce sebagai inti strategi pemasaran yang efektif.

Konten sebagai Mesin Penjualan dan Edukasi Konsumen

Konten tidak lagi sekadar alat promosi, tetapi bagian dari mesin penjualan brand. Brand harus mampu menjelaskan nilai, cara penggunaan, dan relevansi produk dalam kehidupan sehari-hari secara cepat dan autentik.

Pendekatan ini memudahkan konsumen untuk memahami produk lebih dalam sebelum melakukan pembelian. Interaksi dan narasi kontekstual juga memperkuat hubungan emosional antara brand dan audiens.

Efisiensi dan Kedekatan Melalui Social Commerce

Bagi brand lokal, social commerce menawarkan dua keuntungan sekaligus: efisiensi biaya pemasaran dan kedekatan dengan konsumen. Konten memungkinkan brand membangun kepercayaan tanpa harus mengandalkan belanja iklan besar.

Interaksi yang terjadi memberi pemahaman mendalam tentang preferensi dan perilaku konsumen. Hal ini membantu brand menyesuaikan strategi pemasaran secara lebih tepat sasaran.

Studi Kasus Brand Lokal Sukses

Sakura Baru, merek mukena asal Tasikmalaya, memanfaatkan konten untuk memperluas jangkauan pasar. Mereka menampilkan detail bahan, fungsi, dan keunggulan produk sehingga konsumen lebih yakin dalam mengambil keputusan belanja.

Pendiri Sakura Baru, H. Firman, menekankan kemudahan transaksi melalui edukasi konten. “Konsumen bisa memahami produk lebih jelas dan langsung bertransaksi. Prosesnya jadi lebih praktis dan meyakinkan,” ujarnya.

Brand fesyen Jiniso Jeans juga memanfaatkan social commerce dengan menampilkan sesi styling dan mix-and-match melalui live streaming. Strategi ini membantu konsumen membayangkan produk secara nyata dan memperkuat kedekatan emosional dengan brand.

Pendiri dan CEO Jiniso Jeans, Roby Chandra, menilai interaksi real-time sebagai kunci strategi pemasaran. “Interaksi langsung membuat brand lebih dekat dengan audiens dan memberi insight langsung tentang kebutuhan konsumen,” katanya.

Fondasi Kepercayaan dan Kepatuhan

Pertumbuhan social commerce menuntut trust management yang kuat. Kualitas produk, kejelasan informasi, serta kepatuhan terhadap aturan harus berjalan seiring dengan agresivitas pemasaran.

Stephanie Susilo, Executive Director Tokopedia E-commerce Indonesia, menekankan pentingnya keamanan dan kepatuhan dalam ekosistem digital. “Sepanjang Januari hingga Juni 2025, lebih dari 250.000 pengajuan akun penjual yang belum memenuhi standar kepatuhan telah disaring, serta belasan juta produk ditinjau sebelum ditayangkan,” jelasnya.

Aspek perlindungan merek juga menjadi bagian penting dari strategi pertumbuhan brand. Hermansyah Siregar, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum RI, menilai perlindungan kekayaan intelektual sebagai fondasi daya saing brand lokal.

“Penguatan perlindungan kekayaan intelektual adalah kunci agar UMKM dan brand lokal mampu bertahan dan berkembang di ekosistem digital,” ujarnya. Strategi ini membantu brand lokal menjaga inovasi sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Membangun Ekosistem Kolaboratif dan Terhubung

Perubahan strategi brand lokal menuntut ekosistem digital yang kolaboratif. Tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan konektivitas, di mana e-commerce menghubungkan jutaan penjual dengan konsumen secara lebih intens.

Ekosistem ini mendorong brand lokal memanfaatkan saluran digital untuk komunikasi dua arah. Interaksi dan konten yang tepat membantu brand menciptakan pengalaman konsumen yang lebih personal dan autentik.

Kesimpulan: Social Commerce sebagai Masa Depan Brand Lokal

Era digital menandai transformasi pemasaran dari iklan satu arah menuju interaksi berbasis konten. Social commerce memungkinkan brand lokal meningkatkan penjualan, membangun kepercayaan, dan memahami konsumen lebih baik.

Dengan fondasi trust management, edukasi konten, dan ekosistem digital yang terhubung, brand lokal memiliki peluang besar untuk tumbuh dan bersaing di pasar nasional maupun global. Strategi berbasis konten bukan lagi opsional, tetapi menjadi inti pertumbuhan brand.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index